Jumat, 05 November 2010

AGENDA KECIL MERAPI


Merapi,gunung yang setiap hari tampak jelas dari depan Ma`had Al Hanif Klaten berdampingan dengan gunung Merbabu.Tahun ini meletus lagi dan lebih dahsyat dari sebelumnya.
Hampir tiap hari kami dari Ma`had Al Hanif menyaksikan keluarnya awan panas<--more--!> dari jarak 45km yang insya Allah aman.

Agenda MERAPI depan Pondok
*Letusan pertama tg 26 saya tdk terlalu peduli,karena memang jarak kami cukup aman,selain hanya prihatin menyaksikan berita dari TV One dan Metro TV.
*Letusan selanjutnya ternyata di luar dugaan,lebih dahsyat lagi.......setiap kali meletus dikatakan "inilah yang paling besar".........ternyata besok meletus lagi dan lebih besar lagi,subhanallah.
*Hari Rabu zona aman Merapi diperluas dari radius 10km menjadi 15km,dan sepanjang hari terus keluar awan panas dan abu vulkanik,malamnya kami dari Ma`had Al Hanif bisa menyaksikan lava pijar yang terus keluar meleleh dan sesekali memercik ke atas menyerupai bunga api.
*Kamis pagi depan gang depan Ma`had sudah banyak orang......Merapi beraksi lagi.Awan panas membubung tinggi tak henti-henti hingga brjama-jam,setiap kali keluar rumah masih saja tampak kolom awan itu.Hatiku mulai sedikit gentar,semoga tidak terjadi hal buruk .
*Kamis malam......suara gemuruh mulai terdengar (menurutku,padahal sebenarnya sejak sore suara itu sudah ada,akan tetapi karena rumahku banyak aktivitas dari anak2 juga para pekerja PJ.Fastabiq jadi aku tak bisa mendengar gemuruhnya kecuali setelah malam hari)
Sekitar pk 23.00 anak2 dan suami sudah tidur,aku belum terlalu pulas,jendela bergetar.............Abi terbangun "Mi cendelane gograg (jw.artinya bergetar)",aku bangun................ternyata suara gemuruh dari Gunung Merapi yang tadi kudengar jam 22.00 terus terdengar dan tak henti-henti ,hatiku mulai sedikit cemas dan waspada,do`a dan dzikir memohon pertolonganNYa.Akhirnya dalam dzikir akupun terlelap,sampai subuh.
*Jum`at pagi,menyempatkan diri mencari informasi terkini dari TV subhanallah.........tak ada kata lain yang bisa kuucap.Zona aman sudah ditingkatkan menjadi 20km,akan tetapi para pengungsi belum tuntas dievakuasi Awan Panas sudah meluncur menghantam barak pengungsi,juga pedesaan yang berada pada radius 18km.Tak ayal lagi korban berjatuhan dan lebih banyak dari yang pertama ....
Bagaimana Klaten? Eksodus besar besaran dari Sleman ,Kemalang dan Karangnongko menyerbu Pendopo Kabupaten Klaten,jumlah pengungsi di Klaten lebih dari 15.000 jiwa.
Hari-hari kemarin masih tenang-tenang saja,hari ini semua tampak waspada,sambil tetap menggunakan masker banyak ibu-ibu berlalu lalang menghantar nasi bungkus dan aneka macam sumbangan lainnya.Warung-warung nasi laris diborong untuk menyumbang makan pagi pengungsi. Seharian ini Klaten diguyur hujan abu tanpa air,namun sore hari mulai hujan deras (maksudku air yang mungkin campur abu juga)
Semoga hari-hari yang akan datang sudah tak ada lagi erupsi...........

0 komentar:

Poskan Komentar